Enam Feature Menarik Android Jelly Bean

Google secara resmi telah memamerkan Jelly Bean sebagai generasi terbaru dari Android. Sistem operasi ini pun disebut-sebut punya sejumlah fitur yang telah disempurnakan dari generasi sebelumnya.

Melalui gelaran Google I/O yang digelar di San Francisco, Amerika Serikat, tabir Android Jelly Bean yang belakangan mulai hangat diperbincangkan akhirnya tersingkap.

Ada beberapa perubahan besar atau pun perubahan kecil yang membuat Jelly Bean terlihat lebih 'manis' dibanding Ice Cream Sanwich (ICS.

1. Bebas Lag dengan Project Butter

Android ICS sudah cukup mempesona dengan tingkat responsifitas yang lebih baik, namun Jelly Bean menawarkan kenyamanan yang lebih berkat Project Butter.

Project Butter dalam Jelly Bean tak hanya mengubah tampilan Android lebih menarik, namun diklaim juga dirancang untuk mengoptimalkan kemampuan System on Chip (SoC) pada tiap-tiap ponsel.

Google mengklaim ada 3 hal yang membuat Project Butter tampil mempesona, Vsync untuk anti flickr, lalu Triple Buffering untuk mengoptimalkan OpenGL, kemudian optimalisasi pada prosesor untuk meningkatkan responsifitas ponsel.

Jadi bukan cuma sentuhan saja yang direspon dengan cepat, Jelly Bean juga membuat perpindahan aplikasi semakin smooth.

2. Google Now

Google Now merupakan aplikasi berbasis lokasi yang diklaim mampu memberikan banyak informasi kepada penggunanya, ini adalah salah satu fitur unggulan di Jelly Bean.

Tak seperti sistem berbasis lokasi pada umumnya, Google Now dapat bekerja menggunakan search history dari browser, kalender serta lokasi pengguna. Hal ini diyakini dapat menghasilkan informasi yang lebih relevan untuk masing-masing pengguna.

Misalnya, ketika pengguna sedang ada jadwal meeting disuatu tempat. Google Now akan membantu Anda untuk mengingatkan agar datang tepat waktu dengan menginformasikan estimasi lama perjalanan, jadwal bus untuk sampai ke tempat tujuan, dan lain-lain.

3. Notifikasi Pintar

Bar notifikasi yang ada di Jelly Bean kini dibuat lebih pintar. Katakanlah ketika pengguna mendapat panggilan tak terjawab, maka untuk menelpon kembali melalui bar notifikasi tersebut.

4. Widget yang Selalu Pas

Widget kini semakin cerdas. Mereka kini dapat menyesuaikan ukuran secara otomatis dengan space yang tersisa di layar. Sehingga widget berukuran besar sekali pun akan tetap lebih sedap dipandang.

5. Galery Foto Anyar

Pada Android ICS pengguna sudah ditawarkan mengambil gambar tanpa lag serta kemampuan Burts yang memukau, di Jelly Bean pembenahan justru dilakukan pada aplikasi galery foto.

6. Pencarian dengan Suara yang Cerdas

Memang, sudah sejak lama pengguna bisa melakukan pencarian web dengan perintah suara di Android, tapi kini fitur tersebut dibuat lebih pintar dengan kemampuan menjawab.

Android Jelly Bean rencananya akan dirilis mulai pertengahan Juli 2012. Sistem operasi ini tampaknya akan terlebih dahulu menyambangi Galaxy Nexus, Nexus S dan Motorola Xoom.

Tablet Android Murah dari Google Menampakkan Diri

Tablet Android Murah Google
Google lama didengungkan akan membuat komputer tablet sendiri. Diprediksi, tablet berjuluk Nexus itu diperkenalkan pada ajang I/O Conference yang akan segera berlangsung. Spesifikasi dan gambar tablet tersebut kabarnya telah bocor.

Media teknologi Gizmodo mengklaim mendapatkan dokumen tentang tablet Google Nexus. Tablet buatan Asus ini memiliki bentang layar 7 inch dengan resolusi 1280 x 800, prosesor quad core 1,3 GHz dan RAM 1 GB.

Tablet Nexus diperkirakan akan dijual dengan banderol murah, sekitar Rp 2 jutaan jika dirupiahkan. Yaitu USD 199 untuk model 8GB dan USD 249 untuk model 16GB.

Sedangkan sistem operasinya belum jelas. Mungkin saja tablet Nexus ini sudah memakai Android Jelly Bean yang menjadi suksesor Android 4.0 atau Ice Cream Sandwich.

Mengingat spesifikasinya cukup tinggi dan dijual murah, boleh jadi tablet Nexus nantinya tidak menghasilkan keuntungan signifikan bagi Google. Namun jika benar Google merilis tablet murah ini, langkah tersebut dinilai tepat.

"Saya pikir Google mau merugi di tablet, setidaknya dalam jangka pendek untuk mendapatkan market share," kata Tom Maineli, analis di IDC yang dikutip ComputerWorld.

Ada Pesaing Siri di Android Jelly Bean

Android Jelly Bean
Google akhirnya memperkenalkan penantang Siri yang ada di iPhone 4S dalam ajang developer Google I/0. Aplikasi asisten digital yang diberi nama Google Now itu akan dibenamkan di Android 4.1 atau Jelly Bean.

Director of Product Development Google Hugo Barra, menjelaskan Google Now mampu memberikan rekomendasi restoran atau memberikan alternatif jalan bila terjebak masalah di jalan yang dilalui.

Google Now didesain dengan basis history search pengguna, calendar, lokasi dan Google Maps untuk memberikan informasi dua arah.

"Bila Anda memiliki agenda di kalendar, Google Now akan memberitahu dengan lengkap. Mulai dari kapan harus pergi ke sana, menggunakan kendaraan apa, berapa lama perjalananya secara otomati," klaim Hugo.

"Ini jauh lebih cepat dalam merespons apa yang pengguna bicarakan," tandas Hugo.

Update terbaru lainnya, pengguna bisa mengguna voice search tanpa memerlukan koneksi data alias bisa dimanfaatkan dalam kondisi offline. Google Now didukung 18 bahasa baru.

Di Indonesia, Masih Soal BlackBerry vs Android

Pasar ponsel di Indonesia saat ini, meski terbilang masih banyak yang menggunakan feature phone, tak sedikit pula yang beralih menggunakan smartphone. Ini terutama terjadi di kota-kota besar.

"Feature phone memang masih banyak. Masyarakat kita kan beragam. Tapi smartphone sudah mulai, kalau di kota-kota besar. Minimal pakai BlackBerry," kata praktisi gadget Lucky Sebastian.

Dikatakannya, jika dulu pengguna di Indonesia mengidolakan ponsel berbasis OS Symbian, kini yang mendapat tempat adalah BlackBerry dan Android. Ada sebagian kecil pengguna iPhone meski tidak banyak, tapi mereka terkenal sangat loyal.

BlackBerry, menurut pentolan komunitas gadget Gadtorade ini, sampai sekarang masih lebih populer dibandingkan Android. "Kalau saya bilang pangsa pasarnya setengah-setengah belum. BlackBerry masih lebih populer, tapi memang mulai tergerus pasarnya. Sementara Android terus naik," ujarnya.

Salah satu faktor BlackBerry masih lebih populer ketimbang smartphone lain, disebutkan Lucky karena sifat orang Indonesia yang senang mengobrol. Catatan lain, BlackBerry mulai masuk tepat ketika orang Indonesia saat itu mulai mengenal internet dan jaringannya mulai bagus.

"Di BlackBerry juga kan semuanya mudah. Tinggal tanya PIN berapa langsung berhubungan. Gak usah bikin account YM dulu misalnya di PC. Ini sepertinya simpel tapi kemudian mengakar," terang pria ramah ini.

Seiring perkembangan teknologi, dikatakan Lucky kini banyak juga orang tahu Android. Pilihan pengguna smartphone sudah mulai banyak yang beralih ke sistem operasi robot hijau tersebut.

"Sekarang juga banyak Android dengan harga murah dan bagus, itu sepertinya menyita perhatian banyak orang," ujarnya.

Berbeda dengan di Indonesia, di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Eropa, pasar smartphone besutan Research In Motion ini memang dikabarkan terus digerogoti Android dan iPhone.

Bahkan, kehadiran generasi baru smartphone BlackBerry 10 nantinya dikhawatirkan para analis tak akan banyak membantu vendor asal Kanada tersebut.

Galaxy Tab Jadul Akhirnya Cicipi Android 'Es Krim'

Galaxy Tab Akhirnya Cicipi Android
Samsung akhirnya akan merilis ketersediaan update Android 4.0 atau Ice Cream Sandwich (ICS) untuk tablet seri terdahulu. Seri Galaxy Tab yang belum menggunakan ICS segera bisa diupdate mulai Juli mendatang.

Adapun tablet yang mendapatkan update ICS ini adalah versi WiFi dan Wi-Fi/3G Galaxy Tab 10.1, Galaxy Tab 8.9, Galaxy Tab 7.7 dan Galaxy Tab 7.0 Plus.

Namun tidak disebutkan kapan tepatnya update ini tersedia. Sumber Cnet hanya menambahkan, diperkirakan semua update tersebut rampung dirilis pada Agustus.

Dengan OS baru, sederet tablet ini tak hanya mendapatkan fitur dan fungsi sesuai standar ICS, tetapi juga akan memperpanjang daya tahan baterai dan menambah kecepatan performa secara keseluruhan.

Para pembesut perangkat Android, termasuk Samsung memang lambat menyajikan upgrade Android 'es krim' kepada para pengguna. Meski demikian, sejumlah smartphone dan tablet dual-core yang baru dirilis diupayakan menggunakan ICS.

Bagaimana pun, baru sedikit perangkat yang menggunakan OS terbaru dari Google ini. Menurut Google, baru sekitar 7,1 persen perangkat yang sudah menggunakan ICS.

Android 4.1 Itu Bernama Jelly Bean?

Android 4.1 Jelly Bean
Teka-teki mengenai kehadiran versi terbaru dari sistem operasi Android mulai terkuak. Rahasia ini terbongkar setelah Google menyebut nama Jelly Bean dengan kode Android 4.1.

Awalnya ketidaksengajaan ini dimulai saat Google menawarkan smartphone Google Nexus unlock di Play Store. Di halaman toko online tersebut selain harga, juga terpampang uraian yang menyebutkan "Ponsel pertama dengan Android 4.1 Jelly Bean".

Walau bukan rahasia lagi Android akan mengeluarkan versi terbaru dengan nama Jelly Bean, sedikit meleset karena awalnya digembar-gemborkan akan menggunakan kode angka versi 5.0, namun Google besar kemungkinan akan memilih angka 4.1.

Dikutip detikINET dari Tech Crunch, Jumat (22/6/2012), ada kemungkinan spesifikasi dari Android Jelly Bean akan diperkenalkan di konferensi developer Google I/O yang akan digelar beberapa hari lagi.

Bila ini benar, maka Google akan kembali mengulang metode seperti sebelumnya. Seperti 2.1 ke 2.2 untuk Eclair dan Froyo, lalu 2.3 untuk Gingerbread. sedangkan versi 4.0 seperti diketahui digunakan untuk nama Ice Cream Sandwich.

Tidak ada informasi tambahan dari Google mengenai informasi yang tertera dalam penjualan Galaxy Nexus unlock di halaman situs Play Store.

Sony Xperia S Gaet Android 4.0

Sony Xperia S Gaet Android
Pemilik Xperia S boleh gembira. Sony mengumumkan handset flagship-nya itu akan segera mendapatkan update Android 4.0 atau yang biasa disebut Ice Cream Sandwich.

Update Android 4.0 ke Xperia S akan dimulai hari ini. Terdapat berbagai fitur baru seperti widget yang bisa diubah ukurannya, kontrol lebih baik terhadap konsumsi data serta recent apps yang memudahkan membuka aplikasi yang sering dibuka.

Juga terdapat tiga aplikasi media baru yaitu Walkman yang diupdate, Album dan Movies. Aplikasi Walkman terintegrasi dengan Facebook.

User bisa mendapatkan update dengan jaringan selular, komputer maupun WiFi. Ukuran software sekitar 200MB sehingga Wi Fi lebih direkomendasikan jika melakukan update over the air dengan Wi Fi saja.

Dikutip detikINET dari PCMag, Jumat (22/6/2012), upgrade akan berjalan secara bertahap di wilayah-wilayah pemasaran Sony Xperia S. User akan mendapatkan notifikasi jika upgrade untuk handsetnya sudah siap.

Ini Dia Rahasia Kepopuleran Android

Kepopuleran Android
Beberapa tahun lalu, banyak orang masih asing dengan Android. Namun sekarang, perlahan popularitasnya melesat. Ini juga terjadi di Indonesia, dimana dikatakan pengguna smartphone kian tertarik menggunakan perangkat dengan OS robot hijau. Apa rahasianya?

Selain OS yang tidak berbayar, beragamnya ketersediaan gadget yang bisa dipilih, dikatakan praktisi gadget Lucky Sebastian adalah keistimewaan Android yang menjadi daya pikatnya.

"Mungkin karena dia ada di mana-mana. Kalau platform lain kan terbatas ya. Misalnya kalau kita ngomongin BlackBerry, maka tidak ada merek lain, orang pasti beli BlackBerry. iPhone juga demikian, dan itu mahal sehingga jangkauannya sedikit," paparnya.

Menurutnya, keistimewaan memberikan banyak pilihan ini membuat orang bebas membeli hardware yang mereka sukai. Dari yang ternama, hingga yang biasa saja.

"Orang yang suka Samsung ada, HTC ada, LG, bahkan mau brand yang antah berantah istilahnya juga ada. Ini yang membuat Android ada di mana-mana, jadinya orang mengenal," kata pria asal Bandung ini.

Ditambahkannya lagi, jika orang membicarakan smartphone maka yang terbersit pertama kali adalah soal harganya yang mahal. Nah, beragamnya pilihan perangkat Android dari yang mahal hingga murah, menutupi masalah tersebut.

"Ada Android yang bisa dibeli dengan beberapa ratus ribu. Dan kalau dibandingkan dengan feature phone, jauh banget fiturnya. Meski murah, bagaimana pun misalnya koneksi internetnya lebih mudah, aplikasinya juga banyak dan menarik," terangnya.

Hal yang sama terjadi juga pada tablet Android. Memang, tak bisa dipungkiri bahwa tablet Android yang harganya lumayan mahal, secara spesifikasi lebih nyaman digunakan. Namun sekarang sudah mulai banyak tablet Android murah yang spesifikasinya termasuk cukup baik.

"Pertama kali era tablet Android dimulai komponennya belum banyak, jadi mass production-nya masih terkendala. Kemudian begitu cepatnya pergantian prosesor akhirnya membuat prosesor lama yang terbilang mumpuni sekarang sudah lebih murah. Jadi orang sekarang sudah mulai mikir meski harganya lebih murah tetap harus baik spesifikasinya," terang Lucky.

Dengan beragam pilihan, disebutkan Lucky berdampak ada kemunculan dua kubu. Yang pertama, konsumen yang memang selalu menginginkan perangkat bagus dengan brand ternama, karena mereka punya kemampuan untuk membelinya. Yang kedua, masyarakat yang memang daya belinya tidak terlalu hebat, namun sudah melek teknologi.

Apple Mulai Mengikuti Android

Apple Mulai Mengikuti Android
Seberapa canggih iOS 6 jika dibandingkan Ice Cream Sandwich (ICS)? Wajar pertanyaan ini muncul ketika Apple baru saja merilis sistem operasi (OS) terbarunya tersebut. Apple dan Google dengan Androidnya adalah dua petarung OS yang menarik dibandingkan.

Melihat dari OS terbaru keduanya, praktisi gadget Lucky Sebastian menilai Apple saat ini memperlihatkan kecenderungan mulai mengikuti Android. Pasalnya, sejumlah fitur baru yang ditawarkan di iOS 6 sudah ada di ICS yang lebih dulu dirilis.

"Dia (ICS) lebih flawless. Malah banyak yang menganggap iOS 6 yang meluncur tidak lebih baik dari ICS. Jadi kalau dulu orang beranggapan, di atas itu Apple, membuat sesuatu yang baru lantas orang lain mengikuti, sekarang kebalikan. Apple mulai mengikuti Android," papar Lucky.

Dikatakan Lucky, kesalahan dari Apple adalah ritmenya yang menunggu satu tahun sekali untuk update. Sedangkan Android, ketika ada sesuatu yang baru, dia akan lebih dulu mengeluarkannya.

Menurutnya, perkembangan Android boleh dibilang yang paling cepat di antara OS lainnya. Tidak ada OS lain yang sesigap Android.

"Dibandingkan dengan yang lain, misalnya BlackBerry. Yang terbaru, baru pakai single-core 1,2 GHz. Android sudah pakai empat core 1,5 GHz. Apple pun iPhone terbaru dual-core. Mungkin nanti iPhone 5 baru dia empat core. Android sudah jauh jenjangnya," terang pentolan komunitas gadget Gadtorade ini.

Dengan kecepatannya tersebut, dikatakan Lucky, Android tak sekedar pamer melainkan memang mampu. Dia memberika contoh, pengguna mendapat pengalaman menggunakan smartphone yang lebih mumpuni dengan bekal proseor empat core.

"Kita merasakan memang dengan empat core begitu tidak pernah lag, bisa jalankan program yang sepertinya dulu tidak mungkin. Semuanya diperbaiki di setiap update. Android catch up itu, dia tau apa yang mau keluar terbaru, dia duluan mengeluarkan," simpulnya.

Diberdayakan oleh Blogger.